top of page
  • Writer's pictureSA

PDIP Singgung Cicilan JIS Capai Ratusan Miliar, Desak Segera Dimaksimalkan

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menyoroti pemanfaatan Jakarta International Stadium (JIS) yang belum maksimal. Gilbert menyinggung cicilan yang harus dibayarkan JIS tiap tahunnya.


Gilbert awalnya mengungkit pembangunan JIS yang menggunakan dana PEN. Dia mengatakan utang Pemprov DKI ke pemerintah pusat sebagai PEN hampir mangkrak senilai Rp 1,182 miliar per 24 September 2020 sebagai pinjaman I.

Adapun Gilbert menerangkan lagi terkait pinjaman II senilai Rp 2,460 miliar per 23 September 2021. Sehingga total pinjamannya Rp 3,642 miliar.

"Pemerintah pusat memberi kemudahan luar biasa berupa masa pinjaman 8 tahun, masa tenggang 2 tahun dan hanya bayar cicilan pokok (bunga 0 persen) untuk pinjaman I. Lalu bunga 5,66 persen per tahun selama 5 tahun (setelah dikurangi subsidi 2,59 persen dari bunga seharusnya 8,25 persen) dengan masa tenggang 6 bulan untuk pinjaman II," lanjut Gilbert.

Dia mengatakan cicilan Pemprov DKI per tahun dalam 5 tahun secara kasar Rp 543,9 miliar dan Rp 307,5 miliar 3 tahun berikutnya di luar bunga dan operasional Rp 80 miliar per tahun.

"JIS harus dimanfaatkan dan utilitasnya dimaksimalkan. Artinya, setelah Anies sudah tidak jadi gubernur, cicilan akan ditanggung oleh dua gubernur lagi (Pj Gubernur dan Gubernur hasil Pilkada 2024). Kebutuhan dana JIS per tahun untuk 5 tahun pertama lebih dari Rp 623,9 M dan Rp 387,5 M untuk 3 tahun berikutnya. Sementara itu, di sisi lain, utilitasnya hampir tidak ada selain untuk kegiatan nonolahraga," kata Gilbert.

Gilbert menilai seharusnya revitalisasi JIS didukung banyak pihak. Dia mengatakan jangan ada yang merasa menjadi korban.

"Yang korban justru warga DKI akibat penggunaan anggaran yang tidak produktif untuk JIS bila tidak terpakai di samping penghamburan APBD untuk Formula E, penebangan dan pembangunan di Monas, sumur resapan yang tidak berfungsi, jalur sepeda yang tidak berfungsi dan berbagai proyek lainnya yang tidak rasional," katanya.


Comentários


bottom of page