top of page
  • Writer's pictureDA

Banyak Trotoar Hancur Gara-gara Proyek SJUT


Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta pengerjaan pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Ibu Kota, diselaraskan dengan penataan kota. Jangan seperti sekarang merusak trotoar.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan menyoroti banyaknya trotoar dan bahu jalan yang rusak aki­bat penataan SJUT yang tak terkoordinasi dengan program pembangunan.


Oleh karena itu, untuk 2024, Pantas meminta, pelaksanaan pem­bangunan SJUT diselaraskan dengan rencana revitalisasi trotoar.


Pantas mengungkapkan, dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 revitalisasi trotoar di Jakarta diusulkan sebesar Rp 160 miliar. Menurutnya, sangat disayangkan jika trotoar yang dibangun dengan anggaran be­sar, akhirnya berantakan lantaran pembangunan jaringan utilitas.

Hal ini, lanjut Pantas, harus jadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Karena hampir semua wilayah sudah ada perbaikan trotoar. Sementara, progres pembangunan SJUT masih jauh dari harapan.

“Artinya ke depan pasti akan terjadi pembongkaran-pembong­karan lagi. Sehingga saya pikir ini perlu diselaraskan,

Anggota Komisi D DPRD DKI Hardiyanto Kenneth meminta, Dinas Bina Marga secepatnya me­nata kabel fiber optik. Terutama yang menjuntai dan berpotensi menjadi penyebab kecelakaan hingga menimbulkan korban.

“Banyak kabel yang menjun­tai sudah kendor. Suruh pemilik kabel membereskan. Kan kita tahu nih baru-baru ini ada adik kita yang menjadi korban. Jangan sampai jatuh korban jiwa lagi,”

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris menya­takan, siap mematangkan waktu perencanaan untuk penataan SJUT dan revitalisasi trotoar.

“Soal penyelarasan antara SJUT dan trotoar, ini akan diurut. Kita harus bangun yang di bawah dulu, berarti SJUT-nya harus selesai dulu. Setelah SJUT selesai, baru pembangunan trotoar,”

Afan menjelaskan, penataan SJUTsepanjang 84,4 kilometer (km) di 28 ruas jalan dikerjakan oleh PTJakarta Propertindo. Se­mentara 8 km di empat ruas jalan lainnya dikerjakan oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya.


Afan menjelaskan, penataan SJUTsepanjang 84,4 kilometer (km) di 28 ruas jalan dikerjakan oleh PTJakarta Propertindo. Se­mentara 8 km di empat ruas jalan lainnya dikerjakan oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya.



Comments


bottom of page